PERTEMUAN 5 "Mengorganisasikan Perusahaan Bisnis"
Nama : Erneisha Adiesti Septanaya
Nim : 222010200166
Dosen Pengampuh : Tofan Tri Nugroho, S.E., M.M
Prodi : Manajemen
Fakultas : Bisnis, Hukum, dan Ilmu Sosial
Universitas : Muhammadiyah Sidoarjo
Struktur organisasi merupakan spesifikasi pekerjaan yang harus dilakukan dalam suatu organisasi dan cara cara dimana pekerjaan pekerjaan tersebut saling berhubungan. Cara termudah untuk memahami struktur adalah dengan menggunakan Bagan organisasi.
A. Bagan Organisasi
Sebagian besar bisnis kecil membuat bagan organisasi untuk memperjelas struktur dan menunjukkan kepada karyawan posisi mereka dalam operasi perusahaan.Setiap kotak pada bagan menggambarkan pekerjaan tertentu. Garis-garis tebal menunjukkan rantai komando (Chain of Command) yang mengacu pada hubungan pelaporan di dalam perusahaan. Secara teori, hubungan pelaporan tersebut mengikuti sebuah "rantai" dari tingkat tertinggi dalam organisasi ke tingkat terendah.
B. Faktor Penentu Struktur Organisasi
Para manajer dengan hati-hati menilai berbagai faktor penting saat mereka merencanakan dan kemudian membuat struktur organisasi yang akan memungkinkan organisasi mereka berfungsi secara efektif dan efisien.
C.Komponen Dasar Struktur Organisasi
Langkah pertama dalam mengembangkan struktur bisnis apa pun, besar atau kecil, melibatkan tiga aktivitas:
Spesialisasi : menentukan siapa yang akan melakukan apa
Departementalisasi : menentukan bagaimana orang yang melakukan tugas tertentu dapat dikelompokkan bersama
Pembentukan hirarki pengambilan keputusan : memutuskan siapa yang akan diberi wewenang untuk membuat keputusan
1. Spesialsasi Pekerjaan
Spesialisasi pekerjaan merupakan proses mengidentifikasi pekerjaan-pekerjaan spesifik yang perlu dilakukan dan menunjuk orang-orang yang akan melaksanakannya.
Kelebihan:
- Pekerjaan lebih mudah dipelajari
- Dapat dilaksanakan secara lebih efisien
- Mempermudah mencari pengganti karyawan yang keluar dari organisasi
Kelemahan:
- Karyawan cepat merasa jenuh dan ceroboh
- Kurang puas terhadap pekerjaan
- Melupakan peran mereka dalam organisasi
Proses mengelompokkan pekerjaan ke dalam unit-unit yang logis.
Perusahaan yang terdepartementalisasi mendapatkan keuntungan dari pembagian kegiatan ini; kontrol dan koordinasi dipersempit dan dipermudah sehingga manajer puncak dapat melihat dengan lebih mudah bagaimana kinerja berbagai unit. Departementalisasi memungkinkan perusahaan untuk memperlakukan setiap departemen sebagai pusat laba (Profit Center) sebuah unit perusahaan terpisah yang bertanggung jawab atas biaya dan labanya sendiri.
3. Pembentukan Hirarki Pengambilan Keputusan
Komponen ketiga dari struktur organisasi adalah pembentukan hierarki pengambilan keputusan. Hal ini biasanya dilaksanakan dengan cara formalisasi hubungan pelaporan. Ketika fokusnya berada pada hubungan pelaporan antar manajer individu dan orang-orang yang melapor kepada mereka, hal ini sering disebut sebagai delegasi. Namun, ketika fokusnya berada pada organisasi secara keseluruhan, hal ini menjadi pertanyaan tentang desentralisasi versus sentralisasi. Pembentukan Hirarki Pengambilan Keputusan :
a. Pendistribusian wewenang:
- Sentralisasi & Desentralisasi
Centralized Organization, Sebagian besar wewenang pengambilan keputusan dipegang oleh manajer tingkat atas. Perusahaan yang tersentralisasi memerlukan banyak lapisan manajemen sehingga memiliki struktur organisasi yang tinggi.
Decentralized Organization, Wewenang pengambilan keputusan didelegasikan ke berbagai tingkatan manajemen di bawah manajemen puncak. Perusahaan yang terdesentralisasi cenderung memiliki lebih sedikit lapisan manajemen sehingga menghasilkan struktur organisasi yang datar.
- Struktur Organisasi datar & tinggi
- Rentang Kendali
- Jumlah orang yang diawasi oleh satu manajer
- Dalam Struktur organisasi tinggi, rentang kendali cenderung lebih sempit.
- Dalam struktur organisasi datar, rentang kendali biasanya lebar
- Otoritas lini
- Sebagian besar perusahaan sangat bergantung pada departemen lini yang terkait langsung dengan produksi dan penjualan produk tertentu
- Otoritas staf
- Anggota staf membantu departemen lini dalam membuat keputusan tetapi tidak memiliki wewenang untuk membuat keputusan akhir
- Otoritas Komite & tim
- Work Team Kelompok karyawan operasional yang diberi wewenang untuk merencanakan & mengatur pekerjaan mereka sendiri serta melaksanakan pekerjaan tersebut dengan pengawasan minimal
D. Bentuk Dasar Struktur Organisasi
1. Struktur fungsional
- Struktur Organisasi dimana wewenang ditentukan oleh hubungan antara fungsi dan aktivitas kelompok.
- Keuntungan: Koordinasi lebih baik karena spesialisasi dalam bidang bidang fungsional
- Kelemahan: Menimbulkan sentralisasi & akuntabilitas menjadi sulit
2. Struktur divisi
Struktur Organisasi dimana divisi divisi perusahaan beroperasi sebagai bisnis otonom di bawah naungan perusahaan yang lebih besar; Bergantung pada departementalisasi produk; Menyerupai bisnis terpisah yang memproduksi dan memasarkan produknya sendiri
3. Struktur matriks
- Struktur Organisasi yang menggabungkan dua/lebih jenis struktur dan anggota tim melapor kepada beberapa manajer.
- Di beberapa perusahaan, organisasi matriks merupakan tindakan sementara yang diterapkan untuk menyelesaikan proyek tertentu & hanya mempengaruhi satu bagian
- Contoh: Perusahaan Ford menggunakan struktur matriks untuk mendesain model mobil baru, tim desain terdiri dari orang-orang yang memiliki keahlian di bidang teknik, pemasaran, operasi, dan keuangan. Setelah pekerjaannya selesai, anggota tim kembali ke pekerjaan tetap mereka.
4. Struktur internasional
Pendekatan terhadap struktur organisasi yang dikembangkan sebagai respons terhadap kebutuhan untuk memproduksi, membeli, dan menjual di pasar global.
E. Bentuk Baru Struktur Organisasi
1. Organisasi tim: hampir secara eksklusif bergantung pada tim proyek, dengan sedikit atau tanpa hirarki fungsional yang mendasarinya.
2. Organisasi Virtual
- Memiliki sedikit atau tanpa struktur formal.
- Hanya memiliki beberapa karyawan tetap, staf kecil, dan fasilitas administrasi yang sederhana.
- Ketika kebutuhan organisasi berubah, para manajer membawa pekerja sementara, menyewa fasilitas, dan mengalihdayakan layanan dukungan dasar untuk memenuhi tuntutan setiap situasi unik.
- Organisasi virtual hanya ada sebagai respons terhadap kebutuhannya sendiri.
4. Organisasi informal
- Interaksi sosial keseharian antar karyawan yang melampaui pekerjaan formal/relasi pekerjaan, secara efektif mengubah struktur formal suatu perusahaan.
- Sisi negatif Organisasi informal dapat memperuncing politik kantor yang menempatkan kepentingan pribadi di atas kepentingan perusahaan & dapat menyebarkan informasi menyimpang/ tidak akurat.
Komentar
Posting Komentar